DAYA DUKUNG LAHAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN AGRICULTURE ESTATE DI KABUPATEN KONAWE
Keywords:
Daya Dukung, Agriculture EstateAbstract
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan kajian terhadap pemanfaatan kawasan pertanian yang dapat mengintegrasikan pendekatan ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam sebuah model pengembangan kawasan agricultural estate yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan Agricultural Estate di Kabupaten Konawe adalah keadaan iklim dan geografis, kesesuaian lahan, ketersediaan sumberdaya, aksesibilitas, adopsi teknologi dan kelayakan finansial. Arahan pengembangan kawasan Agricultural Estate tiap Kecamatan di Kabupeten Konawe berdasarkan komoditas yang unggul yaitu (tanaman jambu mete, kelapa dalam, kakao, kopi, cengkeh, lada, kemiri, kelapa sawit, kelapa hibrida, mamgga, rambutan, jeruk, papaya, pisang, nenas, durian, dan salak). Sedangkan komoditas potensial yaitu (tanaman jambu mete, kakao, pala, sagu, nilam, kemiri, lada, kelapa hibrida, kelapa dalam, enau, pinang, jeruk, papaya, langsat, nenas, nangka, sukun, kedondong, durian, dan mangga). Strategi pengembangan komoditas perkebunan yaitu (1) pemetaan komoditas aktual dan potensia serta penerapan adopsi teknologi yang tersedia, (2) Mentransformasikan kelembagaan petani menjadi berbasis pasar, (3) Pemetaan perilaku pasar dan inventarisasi kendala pada pasar.
Downloads
References
Abdullah, T.S., 1992. Survai Tanah dan Evaluasi Lahan. Penebar Swadaya: JakartaArsyad, S., 2000. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.
Ambardi, U dan Socia, P. 2002. Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah. Pusat pengkajian kebijakan pengembangan wilayah (P2KTPW- BPPT). Jakarta.
Arief, S. 1993. Metodologi Penelitian Ekonomi. Jakarta. UI Press.
Arsyad, S., 2000. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.
Arsyad, L. 2010. Ekonomi Pembangunan, Edisi Kelima. UPP STIE YKPN, Yogyakarta.
Asdak, 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Penerbit Gadjah Mada University Press. Cetakan kedua (revisi). Yogyakarta.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). 2006. Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Kawasan Andalan: Membangun Model Pengelolaan dan Pengembangan Keterkaitan Program. Direktorat Pengembangan Kawasan Khusus dan Tertinggal Deputi Bidang Otonomi Daerah dan Pengembangan Regional BAPPENAS. Jakarta.
Dent, D. Dan A. Young, 1981. Soil Survey and Land Evaluation School and Environmental Science. University of East Anglea. Norwich. London.
Djaenuddin. D., Basuni, Hardjowigeno.S., Subagyo,H., Sukardi.M., Ismangun, Marsudi, Suharta.N., Hakim.L., Widagdo, Day.J., Suwandi.S., Bachir dan Jordes, 1994. Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman pertanian dan Tanaman Kehutanan. Centre For Soil and Agroclimate research. Bogor.
FAO, 1976. A Framework for Land Evaluation. FAO. Soil Bulletin. No. 32/I/ILRI Publication. No. 22. Rome. Italy. 30 h.
Handayani, W dan Sudomo, A., 2013. Evaluasi Kesesuaian Lahan Jenis-Jenis Tanaman Hutan Rakyat Agroforestry di Desa Tenggerraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri.
Hardjowigeno, S, 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Raja Grafindo. Jakarta.
Hardjowigeno, S dan Widiatmaka, 2001. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
