KINERJA LEMBAGA EKONOMI MASYARAKAT SEJAHTERA (LEMS) DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS PETANI KAKAO DI KABUPATEN KONAWE
Keywords:
Performance of Prosperous Society Economic Institutions and Capacity of Cocoa FarmersAbstract
The research was carried out at the Konawe District Economic Community Prosperous Andomesinggo Society with the aim of: 1) To determine the performance of the Prosperous Com-munity Economic Institution (LEMS) on capacity building of cocoa farmers in Andomesinggo Village, Besulutu District, Konawe Regency; 2) To find out the capacity of cocoa farmers with the existence of the Prosperous Economic Community Institution in Andomesinggo Village, Besulutu District, Konawe Regency; 3) To find out the relationship between the performance of the Prosperous Community Economic Institution (LEMS) and the capacity of cocoa farmers in Andomesinggo Village, Besulutu District, Konawe District. The results showed that: 1) The Prosperous Economic Institution Performance was classified as good with a percentage of 80%. The Prosperous Society has succeeded in developing the capacity of cocoa farmers in Andomesinggo Village. 2) The working capacity of farmers assisted by the Prosperous Community Economic Institution is still in the good category or shows that farmers have succeeded or are able to increase their capacity including: a) Cultivation Technique Ability, b) Managerial Ability c) Ability to Increase Farming, d) Ability to Cooperate, e) Ability Adaptation. 3) The Performance of Prosperous Community Economic Institutions and the capacity of farmers indicates a positive and close relationship and the research hypothesis which says that the performance of the Prosperous Community Economic Institution is significantly related to the work capacity of farmers, can be accepted at a 95% confidence level.
Downloads
References
Adiwilaga, Anwas. 1982. Ilmu Usahatani. Alumni Bandung.
Arimbawa, Putu. 2013. Peran Kelembagaan Agribisnis dalam Usahatani Kakao. Jurnal AGRIPLUS. Vol. 23(3): 179-187.
Asrul, Laode. 2010. Pendapatan Petani Kakao Tergantung Sistem Usahatani. http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/13491/pendapatan-petani-kakao-tergantung-sistem-usaha-tani.
Bernardin dan Russel. 1998. Budaya Organisasi Peningkatan Kinerja. Jakarta.
Daniel, M., Darmawati, Nieldalina, 2006. PRA (Participatory Rural Appraisal) : Pendekatan Efektif Mendukung Penerapan Penyuluhan Partisipatif dalam Upaya Percepatan Pembangunan Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.
Dessler, Gary. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Indeks. Wahid, N.A.
Heddy, S. 1990. Budidaya Tanaman Kakao. Angkasa. Bandung.
Hernanto, F. 1996. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Luthans, Fred. 2005. Organizational Behavior. New York ; McGraww-Hill Company.
Mangkunegara, Anwar P. 2006. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia.
Bandung: PT. Refika Aditama. Mardikanto T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Yogyakarta: Universitas Sebelas Maret.
Mathis, Robert L. dan John H Jackson. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Pertama Salemba Empat. Jakarta.
Nawawi, Hadari. 2003. Manajemen Sumberdaya Manusia yang kompatatif. Gadjah Mada Ubiversity Press. Yogyakarta.
Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Persada Indonesia.
Nurlaila. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Ternate : Penerbit Lepkhair.
Kantor Perwakilan BI Sultra. 2014. Penguatan Kelembagaan Petani Kakao Melalui Penguatan Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera. Kendari: BI Sultra.
Pertanian. 2007. Peraturan Menteri Pertanian No. 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Petani. Jakarta.
Prawirosentono, Suyadi. 1992. Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta: BPFE.
Sadjad, S. 1995. Empat Belas Tanaman Pertanian untuk Agroindustri. Jakarta: Penebar Swadaya.
Siegel, S. 1985. Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-ilmu Sosial. Gramedia. Jakarta.
Sjafaruddin, M dan A. Sulle. 2003. Penge-lolaan hama penggerek buah kakao. Sulawesi Tenggara.
Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta: UI-Press.
Subagio. 2010. Karakteristik petani dengan usaha tani cabai sebagai dampak dari pembelajaran fema di Desa Sunju Sulawesi Tengah. [tesis]. Padang: Universitas Andalas.
Sucihatiningsih, Waridin. 2010. Model penguatan kapasitas kelembagaan penyuluh pertanian dalam meningkatkan kinerja usaha tani melalui transaction cost-studi emipiris di Jawah Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 11 (1): 14-29.
Suradisastra, Kedi. 2011. Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani. Forum Penelitian Agroekonomi. Vol. 26 (2):82-91.
Sulistyani, Ambar Teguh. 2004. Kemitraan dan Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.
Syahyuti. 2004. Konsep Penting Dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian: Bina Rena Pariwara. Jakarta.
Wibowo, R. 2000. Penelitian Ilmiah dan Tahapan Prosesnya. Jember: Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Widaningrum, Asih. 2007. Analisis Pola Kemitraan Antara Petani Wortel dangan SPA (Sentra Pembangunan Agribisnis di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Buniaji, Kota Batu). Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Yunita, Ginting B, Asngari PS. 2012. Strategi pengembangan kapasitas rumah tangga padi sawah menuju ketahanan pangan rumah tangga: kasus di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Jurnal Penyuluhan. 8 (1): 42-54.
